Persinas ASAD

Persinas Asad (Ampuh Sehat Aman Damai)

Peraturan Pertandingan Pencak Silat

Posted by persinas pada April 9, 2014


Peraturan Pertandingan Pencak Silat IPSI

Peraturan Pertandingan Pencak Silat IPSI.

Tujuan olahraga Pencak Silat secara umum adalah berguna untuk peningkatan kesehatan badan sekaligus pembinaan watak, mental dan spiritual. Di pihak lain, tujuan dari olahraga Pencak Silat adalah meraih prestasi dan menjadi juara. Untuk menjadi juara ini tidak mudah karena seseorang atau suatu tim harus mempunyai kelebihan dibandingkan dengan orang lain atau tim lain. Kelebihan ini diwujudkan dalam hal-hal yang terukur. Bisa juga seseorang atau tim harus mengalahkan lawan-lawannya dalam suatu rangkaian pertandingan.

Seringkali keinginan seseorang atau tim untuk menjadi juara dicapai dengan cara yang tidak sportif, tidak menjunjung nilai-nilai luhur yang terkandung dalam olahraga Pencak Silat. Agar tidak lagi terjadi keributan dan kekacauan dalam pertandingan olahraga Pencak Silat, maka dibuatlah Peraturan Pertandingan Pencak Silat.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat Terbaru ini dibuat terkait dengan Pedoman Pelaksanaan Tugas Wasit dan Juri, Penjelasan Peraturan Pertandingan, Pedoman Penyelenggaraan Pertandingan, Ketentuan Wasit Juri atau pedoman lainnya yang ditetapkan oleh IPSI yang berhubungan dengan Pertandingan Pencak Silat, dengan tujuan agar para pelaku pertandingan, dapat melaksanakan tugas dan kewajibanannya sebagaimana mestinya.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat ini untuk melindungi pemain karena adanya agresivitas pemain. Agresivitas pemain adalah sebuah usaha kekerasan fisik dengan tujuan untuk mengurangi kemampuan dan kondisi fisik lawan seperti serangan kearah kepala dan kemaluan. Untuk mencegah agresivitas yang berlebihan, setiap Atlet Pencak Silat harus mengingat bahwa tujuan bertanding bukanlah harus kalah atau menang saja, tetapi bagaimana menjadi juara dengan cara yang jujur, sportif, adil dan tidak curang.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat juga sebagai pedoman bagi Wasit dan Juri agar berlaku adil, tidak memberikan kemenangan kepada tim-pesilat yang seharusnya kalah, tidak juga memberikan kekalahan kepada tim-pesilat yang seharusnya menang. Kejujuran harus ditegakkan dalam Pertandingan Pencak Silat.

Dalam artikel kali ini adalah Peraturan Pertandingan Pencak Silat Ikatan Pencak Silat Indonesia hasil Munas IPSI Tahun 2012 yang ditetapkan dalam Rapat kerja Teknik PB. IPSI Tanggal 20 Oktober 2012 di Jakarta. Peraturan Pertandingan Pencak Silat ini adalah Peraturan Pertandingan Pencak Silat Terbaru yang dibuat IPSI sampai tahun 2012 ini.

PERATURAN PERTANDINGAN IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA TAHUN 2012

PENDAHULUAN

Pertandingan Pencak Silat Indonesia dilakukan berdasarkan rasa persaudaraan dan jiwa kesatria dengan menggunakan unsur-unsur beladiri, seni dan olahraga Pencak Silat dan menjunjung tinggi PRASETYA PESILAT INDONESIA.
Pertandingan dimainkan sesuai dengan ketentuan kategori yang diatur dalam peraturan pertandingan dan dipimpin oleh pelaksana teknis pertandingan yang sah.
Kategori pertandingan Pencak Silat terdiri dari :

I.     Kategori TANDING
II.   Kategori TUNGGAL
III. Kategori GANDA
IV.  Kategori REGU

Untuk dapat melaksanakan pertandingan silat sesuai dengan maksud dan tujuannya, ditetapkanlah Peraturan Pertandingan sebagai berikut :

BAB I
PERATURAN PERTANDINGAN

Pasal 1
Pengertian Setiap Kategori

Kategori TANDING adalah :
Kategori yang menampilkan 2 ( dua ) orang Pesilat dari sudut yang berbeda. Keduanya saling berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan yaitu: menangkis / mengelak / mengena / menyerang pada sasaran dan menjatuhkan lawan; menggunakan teknik dan taktik bertanding, ketahanan stamina dan semangat juang, menggunakan kaidah dengan memanfaatkan kekayaan teknik dan jurus.

Kategori TUNGGAL adalah :
Kategori yang menampilkan seorang Pesilat memperagakan kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku secara benar, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan bersenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategoritunggal.

Kategori GANDA adalah :
Kategori yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari tim yang sama, memperagakan kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela yang dimiliki. Gerakan serang bela ditampilkan secara terencana, efektif, estetis, mantap dan logis dalam sejumlah rangkaian seri yang teratur, baik bertenaga dan cepat maupun dalam gerakan lambat penuh penjiwaan yang dimulai dari tangan kosong dan dilanjutkan dengan bersenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ganda.

Kategori REGU adalah :
Kategori yang menampilkan 3 ( tiga ) orang Pesilat dari tim yang sama memperagakan kemahirannya dalam Jurus Regu Baku secara benar, tepat, mantap, penuh penjiwaan dan kompak dengan tangan kosong serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori regu.

Pasal 2

Penggolongan Pertandingan dan Ketentuan Tentang Umur serta Berat Badan

  1. Penggolongan pertandingan Pencak Silat menurut umur dan jenis kelamin untuk semua kategori terdiri atas :
    • 1.1. Pertandingan Golongan USIA DINI/ ANAK-ANAK untuk Putra dan Putri, berumur 10 tahun s/d 12 tahun.
    • 1.2. Pertandingan Golongan PRA REMAJA untuk Putra dan Putri, berumur di atas 12 tahun s/d 14 tahun.
    • 1.3. Pertandingan Golongan REMAJA untuk Putra dan Putri, berumur di atas 14 tahun s/d 17 tahun.
    • 1.4. Pertandingan Golongan DEWASA untuk Putra dan Putri, berumur di atas 17 tahun s/d 35 tahun.
    • 1.5. Pertandingan Golongan MASTER/PENDEKAR untuk Putra dan Putri, berumur di atas 35 tahun (Single Event).
  2. Kebenaran tentang umur pesilat yang mengikuti pertandingan dibuktikan dengan Akte Kelahiran / Ijazah / Paspor yang asli atau dengan fotocopy yang sudah dilegalisir.
  3. Umur pesilat harus sesuai dengan penggolongan umur peserta ( Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Dewasa dan Pendekar ) dengan berpedoman kepada umur yang bersangkutan pada bulan pertandingan dimulai, kecuali ada ketentuan lain sepanjang tidak melanggar penggolongan umur peserta.
  4. Pembagian kelas menurut berat badan hanya berlaku untuk kategori TANDING yang dilakukan dengan penimbangan badan.
    • Penimbangan
    • 4.1. Tidak ada toleransi berat badan.
    • 4.2. Penimbangan dilakukan ± 15 ( lima belas ) menit sebelum pesilat yang bersangkutan mengikuti pertandingan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
    • 4.3. Untuk penimbangan, pesilat harus berpakaian Pencak Silat yang digunakan untuk bertanding, kering, tanpa sabuk, tanpa pelindung kemaluan dan pelindung sendi.
    • 4.4. Pesilat yang tidak dapat memenuhi ketentuan berat badan dalam penimbangan menurut kelas yang diikutinya, dikenakan sanksi diskualifikasi.4.5. Penimbangan hanya dilakukan satu kali dan harus disaksikan oleh kedua official.
    • 4.6. Petugas penimbangan dan kedua official tim harus menanda tangani formulir berat badan penimbangan yang telah disediakan oleh Panitia Pelaksana.4.7. Petugas penimbangan ditunjuk dan ditugaskan oleh Panitia.
  5. Pemeriksaan Keterangan Kesehatan
    • 5.1. Setiap peserta harus membawa surat keterangan sehat yang sah yaitu surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh dokter dari instansi Rumah Sakit/ puskesmas yang berwenang (maksimal 1 bulan sebelum pelaksanaan pertandingan).
    • 5.2. Apabila sebelum pertandingan dimulai pesilat tidak dapat menunjukkan surat keterangan kesehatan akan dikenakan diskualifikasi.
    • (Panitia dapat merekomendasikan dokter/ rumah sakit tertentu untuk dilakukan check kesehatan di Kota tersebut dengan biaya di tanggung tim yang bersangkutan).

Pasal 3
Kategori dan Kelas Pertandingan Usia Dini

Kategori dan kelas pertandingan untuk Usia Dini :
TANDING terdiri atas :
1.1. Tanding Putra.

1.1.1. Kelas A 26 kg s/d 28 kg.
1.1.2. Kelas B diatas 28 kg s/d 30 kg.
1.1.3. Kelas C diatas 30 kg s/d 32 kg.
1.1.4. Kelas D diatas 32 kg s/d 34 kg.
1.1.5 Kelas E diatas 34 kg s/d 36 kg.
1.1.6. Kelas F diatas 36 kg s/d 38 kg.
1.1.7. Kelas G diatas 38 kg s/d 40 kg.
1.1.8. Kelas H diatas 40 kg s/d 42 kg.
1.1.9. Kelas I diatas 42 kg s/d 44 kg.
1.1.10.Kelas J diatas 44 kg s/d 46 kg.
1.1.11.Kelas K diatas 46 kg s/d 48 kg.
1.1.12.Kelas L diatas 48 kg s/d 50 kg.
1.1.13.Kelas Bebas diatas 50 kg s/d 56 kg.

1.2. Tanding Putri.

1.1.1. Kelas A 26 kg s/d 28 kg.
1.1.2. Kelas B diatas 28 kg s/d 30 kg.
1.1.3. Kelas C diatas 30 kg s/d 32 kg.
1.1.4. Kelas D diatas 32 kg s/d 34 kg.
1.1.5. Kelas E diatas 34 kg s/d 36 kg.
1.1.6. Kelas F diatas 36 kg s/d 38 kg.
1.1.7. Kelas G diatas 38 kg s/d 40 kg.
1.1.8. Kelas H diatas 40 kg s/d 42 kg.
1.1.9. Kelas I diatas 42 kg s/d 44 kg.
1.1.10.Kelas J diatas 44 kg s/d 46 kg.
1.1.11.Kelas Bebas diatas 46 kg s/d 52 kg.

Demikian seterusnya dengan selisih 2 (Dua) kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 10 kelas untuk PUTRI ditambah kelas bebas.

TUNGGAL terdiri atas :

  • 2.1. Tunggal Putra.
  • 2.2. Tunggal Putri.

GANDA terdiri atas :

3.1. Ganda Putra.
3.2. Ganda Putri.

REGU terdiri atas :

4.1. Regu Putra.
4.2. Regu Putri.

Seluruh Kategori, Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jenis kelamin.

Pasal 4
Kategori dan Kelas Pertandingan Pra Remaja

Kategori dan kelas pertandingan untuk Pra Remaja :
TANDING terdiri atas :
1.1. Tanding Putra.

1.1.1. Kelas A 34 kg s/d 37 kg.
1.1.2. Kelas B diatas 37 kg s/d 40 kg.
1.1.3. Kelas C diatas 40 kg s/d 43 kg.
1.1.4. Kelas D diatas 43 kg s/d 46 kg.
1.1.5. Kelas E diatas 46 kg s/d 49 kg.
1.1.6. Kelas F diatas 49 kg s/d 52 kg.
1.1.7. Kelas G diatas 52 kg s/d 55 kg.
1.1.8. Kelas H diatas 55 kg s/d 58 kg.
1.1.9. Kelas I diatas 58 kg s/d 61 kg.
1.1.10. Kelas J diatas 61 kg s/d 64 kg.
1.1.11. Kelas K diatas 64 kg s/d 67 kg.
1.1.12. Kelas L diatas 67 kg s/d 70 kg.
1.1.13. Kelas Bebas diatas 70 kg s/d 79 kg.

1.2. Tanding Putri.

1.2.1. Kelas A 34 kg s/d 37 kg.
1.2.2. Kelas B diatas 37 kg s/d 40 kg.
1.2.3. Kelas C diatas 40 kg s/d 43 kg.
1.2.4. Kelas D diatas 43 kg s/d 46 kg.
1.2.5. Kelas E diatas 46 kg s/d 49 kg.
1.2.6. Kelas F diatas 49 kg s/d 52 kg.
1.2.7. Kelas G diatas 52 kg s/d 55 kg.
1.2.8. Kelas H diatas 55 kg s/d 58 kg.
1.2.9. Kelas I diatas 58 kg s/d 61 kg.
1.2.10. Kelas J diatas 61 kg s/d 64 kg.
1.2.11. Kelas Bebas diatas 64 kg s/d 73 kg.

Demikian seterusnya dengan selisih 3 ( tiga ) kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 10 kelas untuk PUTRI ditambah kelas bebas.

TUNGGAL terdiri atas :

2.1. Tunggal Putra.
2.2. Tunggal Putri.

GANDA terdiri atas :

3.1. Ganda Putra.
3.2. Ganda Putri.

REGU terdiri atas :

4.1. Regu Putra.
4.2. Regu Putri.

Seluruh Kategori, Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jenis kelamin.

Pasal 5
Kategori dan Kelas Pertandingan Remaja

Kategori dan kelas pertandingan untuk Remaja :

TANDING terdiri atas :
1.1. Tanding Putra.

1.1.1. Kelas A 39 kg s/d 43 kg.
1.1.2. Kelas B diatas 43 kg s/d 47 kg.
1.1.3. Kelas C diatas 47 kg s/d 51 kg.
1.1.4. Kelas D diatas 51 kg s/d 55 kg.
1.1.5. Kelas E diatas 55 kg s/d 59 kg.
1.1.6. Kelas F diatas 59 kg s/d 63 kg.
1.1.7. Kelas G diatas 63 kg s/d 67 kg.
1.1.8. Kelas H diatas 67 kg s/d 71 kg.
1.1.9. Kelas I diatas 71 kg s/d 75 kg.
1.1.10. Kelas J diatas 75 kg s/d 79 kg.
1.1.11. Kelas K diatas 79 kg s/d 83 kg.
1.1.12. Kelas L diatas 83 kg s/d 87 kg.
1.1.13. Kelas Bebas diatas 87 Kg s/d 99 Kg.

1.2. Tanding Putri.

1.1.1. Kelas A 39 kg s/d 43 kg.
1.1.2. Kelas B diatas 43 kg s/d 47 kg.
1.1.3. Kelas C diatas 47 kg s/d 51 kg.
1.1.4. Kelas D diatas 51 kg s/d 55 kg.
1.1.5. Kelas E diatas 55 kg s/d 59 kg.
1.1.6. Kelas F diatas 59 kg s/d 63 kg.
1.1.7. Kelas G diatas 63 kg s/d 67 kg.
1.1.8. Kelas H diatas 67 kg s/d 71 kg.
1.1.9. Kelas I diatas 71 kg s/d 75 kg.
1.1.10. Kelas J diatas 75 kg s/d 79 kg.
1.1.11. Kelas Bebas diatas 79 kg s/d 91 kg.

Demikian seterusnya dengan selisih 4 ( empat ) kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 10 kelas untuk PUTRI ditambah kelas bebas.

TUNGGAL terdiri atas :

2.1. Tunggal Putra.
2.2. Tunggal Putri.

GANDA terdiri atas :

3.1. Ganda Putra.
3.2. Ganda Putri.

REGU terdiri atas :

4.1. Regu Putra.
4.2. Regu Putri.

Seluruh Kategori, Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jenis kelamin.

Pasal 6
Kategori dan Kelas Pertandingan Dewasa

Kategori dan kelas pertandingan untuk Dewasa :
TANDING terdiri atas :
1.1. Tanding Putra.

1.1.1. Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
1.1.2. Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
1.1.3. Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
1.1.4. Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
1.1.5. Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
1.1.6. Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
1.1.7. Kelas G diatas 75 kg s/d 80 kg.
1.1.8. Kelas H diatas 80 kg s/d 85 kg.
1.1.9. Kelas I diatas 85 kg s/d 90 kg.
1.1.10. Kelas J diatas 90 kg s/d 95 kg.
1.1.11. Kelas Bebas diatas 85 kg.

1.2. Tanding Putri.

1.2.1. Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
1.2.2. Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
1.2.3. Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
1.2.4. Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
1.2.5. Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
1.2.6. Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
1.2.7. Kelas Bebas diatas 65 Kg.

TUNGGAL terdiri atas :

2.1. Tunggal Putra.
2.2. Tunggal Putri.

GANDA terdiri atas :

3.1. Ganda Putra.
3.2. Ganda Putri.

REGU terdiri atas :

4.1. Regu Putra.
4.2. Regu Putri.

Seluruh Kategori, Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jenis kelamin.

Pasal 7
Kategori dan Kelas Pertandingan Pendekar

Kategori dan kelas pertandingan untuk Pendekar :

TANDING terdiri atas :
1.1. Tanding Putra.

1.1.1. Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
1.1.2. Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
1.1.3. Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
1.1.4. Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
1.1.5. Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
1.1.6. Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
1.1.7. Kelas G diatas 75 kg s/d 80 kg.
1.1.8. Kelas H diatas 80 kg s/d 85 kg.
1.1.9. Kelas I diatas 85 kg s/d 90 kg.
1.1.10. Kelas J diatas 90 kg s/d 95 kg.
1.1.11. Kelas Bebas diatas 85 kg.

2.1. Tanding Putri.

1.2.1. Kelas A 45 kg s/d 50 kg.
1.2.2. Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg.
1.2.3. Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
1.2.4. Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg.
1.2.5. Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
1.2.6. Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg.
1.2.7. Kelas Bebas diatas 65 Kg.

TUNGGAL terdiri atas :

2.1. Tunggal Putra.
2.2. Tunggal Putri.

GANDA terdiri atas :

3.1. Ganda Putra.
3.2. Ganda Putri.

REGU terdiri atas :

4.1. Regu Putra.
4.2. Regu Putri.

Seluruh Kategori, Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas, golongan dan jenis kelamin.

Pasal 8
Perlengkapan Gelanggang dan Pertandingan

  1. Gelanggang. Gelanggang dapat dilantai atau di panggung dan dilapisi matras standar IPSI dengan ketebalan antara 3 (tiga) cm sampai 5 (lima) cm, permukaan rata dan tidak memantul, boleh ditutup dengan alas yang tidak licin, berukuran 10 m X 10 m dengan warna dasar hijau terang dan garis berwarna putih sesuai dengan keperluannya, disediakan oleh Komite Pelaksana dengan penjelasan sebagai berikut :
    • 1.1. Untuk kategori TANDING mengikuti ketentuan sebagai berikut :
      • 1.1.1. Gelanggang pertandingan terdiri dari :
        • Bidang gelanggang berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran 10 m X 10 m. Bidang tanding berbentuk lingkaran dalam bidang gelanggang dengan garis tengah 8 m.
      • 1.1.2. Batas gelanggang dan bidang tanding dibuat dengan garis berwarna putih selebar ± 5 cm kearah dalam.
      • 1.1.3. Pada tengah-tengah bidang tanding dibuat lingkaran dengan garis tengah 3 m, lebar garis 5 cm berwarna putih sebagai batas pemisah sesaat akan dimulai pertandingan.
      • 1.1.4. Sudut pesilat adalah ruang pada sudut bujur sangkar gelanggang yang berhadapan yang dibatasi oleh bidang tanding terdiri atas :
        • a. Sudut berwarna biru yang berada disebelah ujung kanan meja pertandingan;
        • b. Sudut berwarna merah yang berada diarah diagonal sudut biru;
        • c. Sudut berwarna putih yaitu kedua sudut lainnya sebagai sudut netral.
    • 1.2. Untuk kategori TUNGGAL, GANDA dan REGU mengikuti ketentuan sebagai berikut :
      • Gelanggang penampilan untuk ketiga kategori tersebut adalah bidang gelanggang dengan ukuran 10 m X 10 m.
  2. Perlengkapan gelanggang. Perlengkapan gelanggang yang wajib disediakan oleh Komite Pelaksana terdiri dari :
    • 2.1. Meja dan kursi pertandingan.
    • 2.2. Meja dan kursi Wasit Juri.
    • 2.3. Formulir pertandingan dan alat tulis menulis.
    • 2.4. Jam pertandingan, gong ( alat lainnya yang sejenis ) dan bel.
    • 2.5. Lampu babak atau alat lainnya untuk menentukan babak.
    • 2.6. Lampu isyarat berwarna merah, biru dan kuning untuk memberikan isyarat yang diperlukan sesuai dengan proses pertandingan yang berlangsung.
    • 2.7. Bendera kecil warna merah dan biru, bertangkai, masing-masing dengan ukuran 30 cm X 30 cm untuk Juri Tanding dan bendera dengan ukuran yang sama warna kuning untuk Pengamat Waktu.
    • 2.8. Papan informasi catatan waktu peragaan pesilat kategori Tunggal, Ganda dan Regu.
    • 2.9. Tempat Senjata.
    • 2.10. Papan Nilai dan atau Alat system Penilaian Digital atau penilaian secara manual.
    • 2.11. Timbangan.
    • 2.12. Perlengkapan pengeras suara ( sound system ).
    • 2.13. Ember dan gelas plastik, kain pel, kesat / keset kaki.
    • 2.14. Alat perekam suara / gambar, operator dan perlengkapannya ( alat ini tidak merupakan alat bukti yang sah dalam menentukan kemenangan ).
    • 2.15. Papan nama: Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri, Sekretaris Pertandingan, Pengamat Waktu, Dokter Pertandingan, Juri sesuai dengan urutannya ( I s/d V ). Bila diperlukan istilah tersebut dapat diterjemahkan kedalam bahasa lain yang dituliskan dibagian bawah.
    • 2.16. Perlengkapan lain yang diperlukan.
    • Antara lain, dalam keadaan tertentu (penonton terlalu ramai dan suara wasit tidak dapat didengar oleh Pesilat) maka Wasit dapat menggunakan pengeras / pembesar suara (Wireless).

BAB II
KETENTUAN BERTANDING

Pasal 9
Kategori TANDING

PENCAK SILAT KATEGORI TANDING
1. Perlengkapan bertanding

1.1. Pakaian.

Pesilat memakai pakaian Pencak Silat model standar warna hitam sabuk putih. Pada waktu bertanding sabuk putih dilepaskan. Badge badan induk organisasi ( IPSI ) didada sebelah kanan, Badge Daerah didada sebelah kiri dan nama daerah dibagian punggung. Boleh mencantumkan logo sponsor posisinya dilengan kanan yang besarnya tidak melebihi badge IPSI Tidak mengenakan / memakai aksesoris apapun selain pakaian silat.

1.2. Pelindung badan dengan ketentuan sebagai berikut :

1.2.1. Kualitas standard IPSI.
1.2.2. Warna hitam.
1.2.3. Ukuran 5 (lima) macam : Super Extra besar (XXL), Extra Besar (XL) Besar(L), Sedang (M) dan Kecil (S).
1.2.4. Sabuk / bengkung merah dan biru untuk pesilat sebagai tanda pengenal sudut. Ukuran lebar 10 cm dari bahan yang tidak mudah terlipat.
1.2.5. Satu gelanggang memerlukan setidaknya 5 (lima) pasang pelindung badan dan disediakan oleh panitia Pelaksana.
1.2.6. Pesilat putra/putri menggunakan pelindung kemaluan dari bahan plastik, yang disediakan oleh masing-masing pesilat.
1.2.7. Pelindung sendi, tungkai dan lengan diperkenankan satu lapis dengan ketebalannya tidak lebih dari 1 cm dan terbuat dari bahan yang tidak keras.
1.2.8. Diperbolehkan menggunakan Joint Taping.
1.2.9. Diperbolehkan menggunakan pelindung gigi.

2. Sistem dan Tahapan pertandingan

2.1. Pertandingan menggunakan sistem gugur, kecuali ditentukan lain oleh IPSI.
2.2. Tahapan pertandingan mulai dari penyisihan, seperempat final, semi final dan final tergantung pada jumlah peserta pertandingan, berlaku untuk semua kelas.
2.3. Setiap kelas diikuti minimal 2 (dua ) peserta.

3. Babak pertandingan dan waktu

3.1. Untuk Usia dini dan Pra Remaja

3.1.1. Pertandingan dilangsungkan dalam 2 (Dua) babak.
3.1.2. Tiap babak terdiri dari 1,5 ( satu setengah ) menit bersih.
3.1.3. Diantara babak diberikan waktu istirahat 1 (satu) menit.
3.1.4. Waktu ketika Wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding.
3.1.5. Penghitungan terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah, tidak termasuk waktu bertanding.

3.2. Untuk Remaja dan Dewasa

3.2.1. Pertandingan dilangsungkan dalam 3 ( tiga ) babak.
3.2.2. Tiap babak terdiri atas 2 ( dua ) menit bersih.
3.2.3. Diantara babak diberikan waktu istirahat 1 (satu) menit.
3.2.4. Waktu ketika Wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding.
3.2.5. Penghitungan terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah, tidak termasuk waktu bertanding.

3.3. Untuk Pendekar

3.3.1. Pertandingan dilangsungkan dalam 3 ( tiga ) babak.
3.3.2. Tiap babak terdiri atas 1,5 ( satu setengah ) menit bersih.
3.3.3. Diantara babak diberikan waktu istirahat 1 (satu) menit
3.3.4. Waktu ketika Wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding.
3.3.5. Penghitungan terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah, tidak termasuk waktu bertanding.

4. Pendamping pesilat

4.1. Setiap pesilat khusus untuk kategori Tanding, didampingi oleh Pendamping Pesilat sebanyak-banyaknya 2 (dua) orang dan salah satunya memiliki sertifikat pelatih sesuai dengan tingkat kejuaraannya.
4.2. Pakaian Pendamping Pesilat adalah pakaian Pencak Silat model standar IPSI warna hitam dengan badge lambang badan induk didada sebelah kiri, serta diperkenankan memakai badge IPSI di dada kanan nama daerah dibagian punggung dan mengenakan sabuk / bengkung warna orange lebar 10 (sepuluh) cm.
4.3. Pendamping pesilat hanya diperkenankan memberikan arahan pada waktu jeda istirahat.
4.4. Salah seorang Pendamping Pesilat harus berjenis kelamin sama dengan pesilat yang bertanding.

5. Tata cara pertandingan

5.1. Persiapan dimulainya pertandingan diawali dengan masuknya Wasit dan Juri ke gelanggang dari sebelah kanan Ketua Pertandingan. Sebelum memasuki gelanggang Wasit Juri memberi hormat dan melapor tentang akan dimulainya pelaksanaan tugas kepada Ketua Pertandingan.

5.2. Setiap pesilat yang akan bertanding setelah mendapat isyarat dari Wasit, memasuki gelanggang dari sudut masing-masing, kemudian memberi hormat kepada Wasit dan Ketua Pertandingan, Selanjutnya pesilat diperbolehkan melakukan rangkaian gerak jurus perguruan 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) gerakan kemudian kedua pesilat kembali mengambil tempat di sudut yang telah ditentukan.

5.3. Untuk memulai pertandingan, Wasit memanggil kedua pesilat, seterusnya kedua pesilat berjabatan tangan dan siap untuk memulai pertandingan.

5.4. Setelah Wasit memeriksa kesiapan semua petugas dengan isyarat tangan, Wasit memberi aba-aba kepada kedua pesilat untuk memulai pertandingan.

5.5. Pada waktu istirahat antara babak, pesilat harus kembali ke sudut masing-masing. Pendamping Pesilat melaksanakan fungsinya sesuai ketentuan pasal 9. ayat 4.3
5.6. Selain Wasit dan kedua pesilat, tidak seorangpun berada dalam gelanggang kecuali atas permintaan Wasit.

5.7. Setelah babak akhir selesai, kedua pesilat kembali ke sudut masing-masing atau wasit memanggil kedua pesilat pada saat keputusan pemenang yang akan diumumkan dan pemenang diangkat tangannya oleh Wasit, dilanjutkan dengan memberi hormat kepada Ketua Pertandingan.

5.8. Selesai pemberian hormat, kedua pesilat saling berjabatan tangan dan meninggalkan gelanggang diikuti oleh Wasit dan para Juri yang memberi hormat dan melaporkan berakhirnya pelaksanaan tugas kepada Ketua Pertandingan. Wasit dan Juri setelah melaporkan meninggalkan gelanggang dari sebelah kiri meja Ketua Pertandingan.

6. Ketentuan bertanding

6.1. Aturan bertanding

6.1.1. Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan serangan Pencak Silat yaitu menangkis/mengelak, mengenakan sasaran dan menjatuhkan lawan, menerapkan kaidah Pencak Silat serta mematuhi aturan-aturan yang ditentukan.
Yang dimaksud dengan kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik, seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang, langkah serta mengukur jarak terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan / pembelaan serta kembali ke sikap pasang.

6.1.2. Pembelaan dan serangan yang dilakukan harus berpola dari sikap awal / pasang atau pola langkah, serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan.
Setelah melakukan serangan / pembelaan harus kembali pada sikap awal / pasang dengan tetap menggunakan pola langkah. Wasit akan memberikan aba-aba “ LANGKAH ” jika seorang pesilat tidak melakukan teknik Pencak Silat yang semestinya.

6.1.3. Serangan beruntun yang dilakukan oleh satu orang pesilat harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara kearah sasaran sebanyak-banyaknya 6 serangan. Pesilat yang melakukan rangkaian serang bela lebih dari 6 serangan akan diberhentikan oleh Wasit.
Serangan sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun dinilai satu serangan.

6.1.4. Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan kaidah, mantap, bertenaga, tidak terhalang oleh tangkisan.

6.2. Aba-aba pertandingan

6.2.1. Aba-aba “BERSEDIA” digunakan dalam persiapan sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai.
6.2.2. Aba-aba “MULAI” digunakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan, bisa pula dengan isyarat.
6.2.3. Aba-aba “BERHENTI” digunakan untuk menghentikan pertandingan.
6.2.4. Aba-aba “PASANG”, ”LANGKAH” dan “SILAT” digunakan untuk pembinaan.
6.2.5. Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan pemukulan gong.

6.3. Sasaran

Yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai adalah “Togok” yaitu bagian tubuh kecuali leher keatas dan dari pusat ke kemaluan:

      • a. Dada;
      • b. Perut ( pusat ke atas );
      • c. Rusuk kiri dan kanan;
      • d. Punggung atau belakang badan;

Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan.

6.4. Larangan
Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran:

    6.4.1. Pelanggaran Berat.

    1. Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher, kepala serta bawah pusat/pusar hingga kemaluan;
    2. Usaha mematahkan persendian secara langsung;
    3. Sengaja melemparkan lawan keluar gelanggang;
    4. Membenturkan / menghantukkan kepala dan menyerang dengan Kepala;
    5. Menyerang lawan sebelum aba-aba “MULAI” dan menyerang sesudah aba-aba “BERHENTI” dari Wasit, menyebabkan lawan cidera;
    6. Menggumul, menggigit, mencakar, mencengkeram dan menjambak (menarik rambut/jilbab );
    7. Menentang, menghina, merangkul, menyerang, mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, meludahi, memancing-mancing dengan suara berlebihan terhadap lawan maupun terhadap Aparat pertandingan (Delegasi teknik, Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri dan Wasit Juri);
    8. Melakukan pelanggaran terhadap aturan pertandingan;
    9. Memegang, menangkap atau merangkul sambil melakukan serangan.

    6.4.2. Pelanggaran Ringan.

    1. Tidak menggunakan salah satu unsur kaidah;
    2. Keluar dari gelanggang secara sengaja atau tidak disengaja;
    3. Merangkul lawan dalam proses pembelaan;
    4. Melakukan serangan dengan teknik sapuan depan/belakang, guntingan sambil merebahkan diri lebih dari 1 kali dalam 1 babak dengan tujuan untuk mengulur waktu;
    5. Berkomunikasi dengan orang luar dengan isyarat dan perkataan;
    6. Kedua pesilat pasif atau bila salah satu pesilat pasif lebih dari 5 detik;
    7. Berteriak yang berlebihan selama bertanding;
    8. Lintasan serangan yang salah;
    9. Mendorong dengan sengaja yang mengakibatkan pesilat/lawannya keluar garis bidang laga.

6.5. Kesalahan teknik pembelaan

6.5.1. Serangan yang sah dengan lintasan dengan serangan yang benar, jika karena kesalahan teknik pembelaan lawannya yang salah (elakan yang menuju pada lintasan serangan), tidak dinyatakan sebagai pelanggaran.
6.5.2. Jika pesilat yang kena serangan tersebut cidera, maka Wasit segera memanggil dokter. Jika dokter memutuskan pesilat tersebut tidak fit, maka ia dinyatakan kalah teknik.
6.5.3. Jika pesilat yang kena serangan tersebut menurut dokter fit dan tidak dapat segera bangkit, Wasit langsung melakukan hitungan teknik.

6.6. Hukuman
Tahapan dan bentuk hukuman:

    6.6.1. Teguran

    1. Diberikan apabila pesilat melakukan pelanggaran ringan setelah melalui 1 (satu) kali pembinaan sesuai ketentuan pasal 9 ayat 6.4.2.
    2. Teguran dapat diberikan langsung apabila pesilat melakukan pelanggaran berat yang tidak menyebabkan lawan cidera.

    6.6.2. Peringatan. berlaku untuk seluruh babak, terdiri atas :

6.6.2.1. Peringatan I
diberikan bila pesilat :

      • a. Melakukan pelanggaran berat;
      • b. Mendapat tegoran yang ketiga akibat pelanggaran ringan.

Setelah Peringatan I masih dapat diberikan teguran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama.

6.6.2.2. Peringatan II

Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan I, atau Peringatan II masih dapat diberikan tegoran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama.

6.6.2.3. Peringatan III

Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan II dan langsung dinyatakan diskualifikasi.
Peringatan III harus dinyatakan oleh wasit.

6.6.2.4. Diskualifikasi
Diberikan bila pesilat :

      1. Mendapat peringatan setelah peringatan II;
      2. Melakukan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur-unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma sportivitas;
      3. Melakukan pelanggaran berat dengan hukuman peringatan I atau minimal teguran I, namun lawan cidera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan;
      4. Setelah penimbangan 15 menit sebelum pertandingan, berat badannya tidak sesuai dengan kelas yang diikuti;
      5. Pesilat terkena Doping;
        • Diskualifikasi doping adalah gugurnya hak seorang Pesilat, untuk mendapatkan medali/predikat juara;
        • Pesilat tidak dapat menunjukan surat keterangan sehat sebelum pertandingan dimulai.

6.7. Penilaian

    6.7.1. Ketentuan Nilai :

Nilai Prestasi Teknik
Nilai 1 Serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran atau elakan lawan.
Nilai 1+1 Tangkisan, hindaran atau elakan yang berhasil memunahkan serangan lawan, disusul langsung oleh serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran.
Nilai 2 Serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran atau elakan lawan.
Nilai 1+2 Tangkisan, hindaran atau elakan yang berhasil memunahkan serangan lawan, disusul langsung oleh serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran.
Nilai 3 Teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.
Nilai 1+3 Tangkisan, hindaran, elakan atau tangkapan yang memunahkan serangan lawan, disusul langsung oleh serangan dengan teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.

    6.7.2. Syarat Teknik Nilai

    1. Tangkisan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menggagalkan serangan lawan dengan teknik pembelaan menahan atau mengalihkan arah serangan secara langsung / kontak , yang segera diikuti dengan serangan yang masuk pada sasaran
    2. Elakan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat membebaskan diri dari serangan lawan dengan teknik pembelaan memindahkan sasaran terhadap serangan , yang langsung disusul dengan serangan yang mengenakan sasaran , atau teknik jatuhan yang berhasil.
      • Catatan : Nilai 1 untuk tangkisan / elakan , sedangkan serangan masuk dinilai sesuai dengan serangannya , serangan tangan = nilai 1 , serangan kaki = nilai 2 , jatuhan = nilai 3
    3. Serangan dengan tangan yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan teknik serangan dengan tangan (dalam bentuk apapun). Bertenaga dan mantap, tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dan dengan dukungan kuda-kuda, atau kaki tumpu yang baik, jarak jangkauan tepat dan lintasan serangan yang benar
    4. Serangan dengan kaki yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan teknik serangan dengan kaki ( dalam bentuk apapun ). Bertenaga dan mantap, tidak disertai tangkapan / pegangan, tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dan dengan dukungan kuda-kuda, atau kaki tumpu yang baik, jarak jangkauan tepat dan lintasan serangan yang benar
    5. Teknik menjatuhkan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menjatuhkan lawan sehingga bagian tubuh (dari lutut keatas) menyentuh matras dengan pedoman :

5.1. Teknik menjatuhkan dapat dilakukan dengan serangan langsung, sapuan, ungkitan, guntingan, teknik menjatuhkan yang didahului oleh tangkapan atau bentuk serangan lainnya yang sah. Serangan yang berhasil mendapat nilai sesuai dengan ketentuan nilai untuk teknik serangan yang digunakan.

5.2. Menjatuhkan lawan menggunakan teknik jatuhan dengan cara tidak ikut terjatuh atau lebih menguasai lawan yang dijatuhkan.

5.3. Apabila teknik menjatuhkan itu disertai menangkap anggota tubuh lawan harus merupakan usaha pembelaan diri suatu serangan atau menggunakan serangan pendahuluan, tidak boleh disertai dengan serangan langsung, tetapi dapat dilakukan dengan mendorong atau menyapu. Proses tangkapan menjadi jatuhan diberikan waktu selama 5 ( lima ) detik. Jika selama itu tidak terjadi jatuhan, maka dihentikan oleh Wasit dan dinyatakan tidak ada jatuhan.

5.4. Teknik sapuan, ungkitan, kaitan dan guntingan tidak boleh didahului dengan menggumul tubuh lawan, tetapi dapat dibantu dengan dorongan atau sentuhan. Sapuan dapat dilakukan dengan merebahkan diri. Lawan yang dapat mengelakkan diri dari serangan, boleh menyerang 1 kali pada sasaran yang sah dalam tempo 1 detik dengan tidak menggunakan berat badan.

5.5. Serangan bersamaan
Serangan bersamaan oleh kedua pesilat (apakah serangan itu sah atau tidak karena sifatnya kecelakaan) dan salah satu atau keduanya jatuh, maka jatuhan akan disahkan dengan pedoman :

5.5.1. Jika salah satu tidak dapat bangkit akan diadakan hitungan mutlak.

5.5.2. Jika keduanya tidak segera bangkit, maka dilakukan hitungan mutlak untuk keduanya dan apabila hal ini terjadi pada awal babak I dan keduanya belum memperoleh nilai, maka penentuan kemenangan ditentukan seperti Bab II pasal 9 ayat 6.7.4. 1. 1.5 dan 1.6 ( tidak perlu ditanding ulang ).

5.5.3. Jika keduanya dalam hitungan ke 10 ( sepuluh ) tidak dapat bangkit sedangkan pesilat sudah memperoleh nilai, maka kemenangan dilakukan dengan menghitung nilai terbanyak.

5.6. Jatuh sendiri
Jika pesilat terjatuh sendiri bukan karena serangan lawan, jika tidak dapat bangkit, diberikan kesempatan dalam waktu sepuluh hitungan (10 detik) dengan hitungan teknik. Jika tidak dapat melakukan pertandingan dinyatakan kalah teknik.

5.7. Tangkapan

5.7.1. Tangkapan sebagai proses jatuhan dinyatakan gagal jika:

        1. Proses jatuhan lebih dari 5 ( lima ) detik atau terjadi seret -menyeret atau gumul – menggumul;
        2. Ikut terjatuh waktu melakukan teknik jatuhan.

5.7.2. Jika dalam proses tangkapan kaki, pesilat yang ditangkap melakukan pegangan pada bahu dan pesilat yang menangkap dapat menjatuhkan lawannya dalam waktu 5 ( lima ) detik sebelum Wasit memberikan aba-aba “BERHENTI”, jatuhan dinyatakan sah.

5.7.3. Jika rangkulan tersebut terlalu kuat sehingga menyentuh leher atau kepala yang menyebabkan keduanya jatuh, pesilat yang merangkul diberikan Teguran.

5.8. Jatuhan

5.8.1. Teknik jatuhan yang berakibat lawannya jatuh, yaitu jika bagian tubuh menyentuh garis jatuhan dinyatakan sah.

5.8.2. Jika jatuhan berada di dalam medan laga dan pesilat menggeser keluar medan laga, jatuhan dinyatakan sah.

5.8.3. Serangan sah yang menyebabkan lawan jatuh tidak dapat bangkit atau nanar yang dilakukan di dalam medan laga Dan bergeser ke luar gelanggang, pesilat diberi kesempatan dalam batas waktu 10 (sepuluh) detik untuk kembali melakukan pertandingan ( maka wasit melakukan hitungan mutlak). Jika pesilat tidak dapat melanjutkan pertandingan maka dinyatakan kalah mutlak.

5.8.4. Serangan sah yang dilakukan didalam medan laga, menyebabkan lawan jatuh diluar medan laga dan tidak bangkit atau nanar, maka Wasit melakukan hitungan teknik. Jika Pesilat tidak dapat melanjutkan pertandingan, maka Pesilat bersangkutan dinyatakan kalah teknik.

5.8.5. Bila Lawan dapat melakukan antisipasi teknik tangkapan dengan serangan balik secara sah, menahan, memegang, menarik kaki yang tertangkap sehingga proses jatuhan dinyatakan sah.

    6.7.3. Nilai hukuman
Ketentuan nilai hukuman:

      1. Nilai – 1 ( kurang 1 ) diberikan bila pesilat mendapat Tegoran I.
      2. Nilai – 2 ( kurang 2 ) diberikan bila pesilat mendapat Tegoran II.
      3. Nilai – 5 ( kurang 5 ) diberikan bila pesilat mendapat Peringatan I.
      4. Nilai – 10 ( kurang 10 ) diberikan bila pesilat mendapat Peringatan II.

    6.7.4.  Penentuan Kemenangan

             1.  Menang angka.

1.1. Bila jumlah Juri yang menentukan menang atas seorang pesilat lebih banyak dari pada lawan. Penentuan kemenangan dilaksanakan oleh masing-masing Juri.

1.2. Bila terjadi hasil nilai yang sama maka pemenang ditentukan berdasarkan pesilat yang paling sedikit mendapat nilai hukuman.

1.3. Bila hasilnya masih sama, maka pemenangnya adalah pesilat yang mengumpulkan nilai prestasi teknik tertinggi / paling banyak (nilai prestasi tertinggi adalah nilai 1 + 3).

1.4. Bila hasilnya masih sama, maka pertandingan ditambah 1 (satu) babak lagi.

1.5. Bila hasilnya masih sama, maka tidak perlu diadakan penimbangan ulang, namun dilihat dari hasil penimbangan berat badan 15 menit sebelum bertanding. Pesilat yang mempunyai berat badan lebih ringan dinyatakan sebagai pemenang.

1.6. Bila hasilnya tetap sama, maka diadakan undian oleh Ketua Pertandingan yang disaksikan oleh Delegasi Teknik dan kedua Menejer Tim.

1.7. Hasil penilaian Juri diumumkan pada papan nilai, setelah babak terakhir/ penentuan kemenangan selesai dilaksanakan kecuali menggunakan penilaian dengan sistem digital. (hasil penilaian sudah dapat langsung terlihat di layar penilaian).

             2.  Menang Teknik

2.1. Karena lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan atas permintaan pesilat sendiri.
2.2. Karena keputusan Dokter Pertandingan.
Dokter Pertandingan diberi waktu 60 (enam puluh) detik untuk memutuskan apakah Pesilat bersangkutan dinyatakan “Fit” atau “Tidak Fit” ( Unfit ).
2.3. Atas permintaan Pendamping Pesilat.
2.4. Atas keputusan Wasit.

             3.  Menang Mutlak

Penentuan Menang Mutlak ialah bila lawan jatuh karena serangan yang sah dan tidak dapat bangkit segera dan atau nanar, maka setelah hitungan Wasit ke 10 dan tidak dapat berdiri tegak dengan sikap pasang.

   4.  Menang W.M.P / Wasit Menghentikan Pertandingan

Menang karena pertandingan tidak seimbang.

   5.  Menang Undur Diri

Menang karena lawan tidak muncul di gelanggang (Walk Over).

   6.  Menang Diskualifikasi

6.1. Lawan mendapat Peringatan III setelah Peringatan II.
6.2. Lawan melakukan pelanggaran berat yang diberikan hukuman langsung Diskualifikasi.
6.3. Melakukan pelanggaran Tingkat I dan lawan cidera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan Dokter Pertandingan.
Pesilat yang menang Diskualifikasi karena keputusan Dokter Pertandingan, diperbolehkan bertanding untuk babak selanjutnya jika mendapat ijin / rekomendasi dari Dokter Pertandingan.
6.4. Pada saat penimbangan berat badan tidak sesuai dengan ketentuan.
6.5. Pesilat tidak dapat menunjukan surat keterangan sehat sebelum pertandingan dimulai.

Pasal 10
Kategori TUNGGAL
Pasal 11
Kategori GANDA
Pasal 12
Kategori REGU
Pasal 13
Pengajuan Keberatan
Pasal 14
Rapat Teknik Pertandingan

BAB III

PANITIA PERTANDINGAN
Pasal 15
Susunan dan Penunjukan panitia Pertandingan
Pasal 16
Kreteria, Tugas dan Tanggung Jawab Panitia Pertandingan
Pasal 17
Pakaian Aparat Pertandingan

BAB IV

KEJUARAAN PENCAK SILAT
Pasal 18
Tingkat Kejuaraan Pencak Silat

BAB V

P E N U T U P
Pasal 19
Penutup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: