Persinas ASAD

Persinas Asad (Ampuh Sehat Aman Damai)

Prinsip-prinsip Latihan

Posted by persinas pada November 18, 2012


Tujuan Training:


tujuan serta sasaran utama dari latihan atau training adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin.

Empat aspek yang perlu diperhatikan dalam sebuah latihan:

  • a. Latihan fisik (Physical training)
  • b. Latihan teknik (technical training)
  • c. Latihan taktik (tactikel training)
  • d. Latihan mental (psychological training)

Perkembangan kondisi fisik yang menyeluruh amatlah penting, oleh karena tanpa kondisi fisik yang baik tidak akan dapat mengikuti latihan-latihan dengan sempurna.

Latihan teknik adalah latihan yang khusus dimaksudkan guna membentuk dan memperkembangkan kebiasaan-kebiasaan motorik atau perkembangan neuromuscular. Kesempurnaan teknik-teknik dasar dari setiap gerakan adalah penting oleh karena akan menentukan gerak keseluruhan.

Tujuan latihan taktik adalah untuk menumbuhkan perkembangan interpretive atau daya tafsir pada atlet. Teknik-teknik gerakan yang telah dikuasai dengan baik, kini haruslah dituangkan dan diorganisir dalam pola-pola permainan, bentuk dan formasi permainan serta strategi dan taktik pertahanan atau penyerangan sehingga berkembang menjadi suatu kesatuan gerak yang sempurna.

Latihan mental adalah latihan yang menekankan pada perkembangan kedewasaan (maturitas) atlet serta perkembangan emosional dan impulsif : semangat, pantang menyerah, sabar, sportivitas, percya diri, jujur dan sebagainya.

BATASAN SEDERHANA TRAINING :

Proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang-ulang, dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya
Sitematis : berencana, menurut jadwal, menurut pola dan sistem tertentu, metodis dari mudah kesukar, latihan yang teratur, dari sederhana ke yang lebih kompleks.Berulang ulang : agar gerakan-gerakan yang semula sukar dilakukan menjadi semakin mudah, otomatis, dan reflekKian hari maksudnya setiap kali, secara periodik, segera setelah tiba saatnya untuk ditambah bebannya, jadi bukan berarti harus setiap hari.

Overload Principle

Sistem faali tubuh manusia pada umumnya mampu untuk menyesuaikan diri dengan beban kerja dan tantangan yang lebih berat dari beban yang kita jumpai sehari-hari. Dalam olahraga, agar prestasi dapat meningkat, atlet harus berusaha untuk berlatih dengan beban kerja yang lebih berat daripada yang mampu dilakukannya saat itu atau dengan perkataan lain, dia harus senantiasa berusaha untuk berlatih dengan beban kerja yang ada diatas ambang rangsang kepekaannya.

Pada permulaan berlatih dengan beban latihan yang lebih berat. Pasti atlet akan menemui kesulitan-kesulitan, oleh karena tubuh belum mampu untuk menyesuaikan diri dengan beban yang lebih berat tersebut. Akan tetapi apabila latihan dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang, maka suatu ketika beban latihan (yang lebih berat) tersebut akan dapat diatasinya, malah kemudian akan terasa menjadi semakin ringan.

Peningkatan beban yang terus menerus ini diistilahkan dengan progresive overloading. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan sistem overload ini adalah. Jangan memberikan beban latihan yang terlalu berat yang diperkirakan tidak mungkin akan dapat diatasi oleh atlet. Kalau beban latihannya terlalu berat, maka sistem faaliah dalam tubuh kita tidak akan mampu untuk menyesuaikan diri dengan stres-stres yang terlalu ekstrim tersebut.

Setiap atlet harus mengalami stress dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melawan dan mengatasi stress yang dijumpai atau yang sengaja diberikan oleh pelatihnya. Beban latihan yang diberikan pada setiap kali berlatih haruslah senantiasa sedikit lebih berat dari pada yang kini mampu dilakukannya. Dengan demikian maka ambang rangsang atlet tersebut sedikit demi sedikit akan dapat dinaikan yang berarti pula penaikkan prestasinya.

Setiap tangga disebut micro-cycle
Jumlah setiap 3 tangga disebut macro-cycle
Setiap macro-cycle didahului oleh fase regenerasi atau unloading phase
Setiap micro-cycle bisa berlangsung untuk selama dua atau tiga minggu, tergantung berat ringannya beban latihan dan kompleks tidaknya teknik dan taktik yang harus dipelajari. Demikian pula tergantung dari adapatasi atlet terhadap beban latihan yang lebih berat tersebut.

Menurut Harre (1982), macro-cycle adalah suatu siklus latihan jangka panjang yang bisa memakan waktu 6 bulan, satu tahun, sampai beberapa tahun: mesco-cycle lamanya antara 3-6 minggu, dan micro-cycle kurang dari 3 minggu, bisa 1 atau 2 minggu.

Setiap komponen kondisi fisik berbeda tempo perkembangannya.

  1. Fleksibilitas 2 – 3 hari
  2. Kekuatan 2 – 4 minggu
  3. Daya tahan 1- 2 tahun

Sumber : Materi Sosialisasi Persinas ASAD di Jawa Barat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: