Persinas ASAD

Persinas Asad (Ampuh Sehat Aman Damai)

Catatan Pra-PON Silat…Perlunya Regenerasi Atlet

Posted by persinas pada Januari 18, 2012


TIM pencak silat Bali sukses menjadi juara umum dengan merebut 8 medali emas dan 3 perak, dalam Pra-PON Wilayah III di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, yang berakhir Senin (16/1) lalu. Pesilat tuan rumah menyapu bersih tiket PON nomor seni tunggal-ganda-regu (TGR) putra dan putri serta berjaya di lima nomor laga.

Meskipun merebut gelar juara umum, Bali ”hanya” meloloskan 11 nomor ke PON 2012 di Riau. Sementara DKI yang menjadi juara dua dengan meraih 5 emas, 5 perak, dan 2 perunggu, justru menyabet 12 nomor. Bahkan, Jabar yang menduduki peringkat tiga setelah merebut 5 emas, 4 perak, serta 5 perunggu, meloloskan 14 nomor.

Daerah lain berprinsip, yang penting atletnya melangkah ke PON dulu, tidak peduli meraih emas, perak, atau perunggu. Hal itu terbukti pada final beberapa nomor laga, mereka memilih mengalah. Langkah ini sebagai bagian dari taktik dan strategi mengincar medali pada PON 2012.

Berbeda dengan tim silat Bali yang tetap berjibaku di partai pamungkas. Hanya Komang Putra Sanjaya yang kalah di final, lantaran cedera telapak kaki kanan akibat terkena besi. ”Saya tetap mengincar emas di PON,” sebut mahasiswa Akuntansi FE Unwar ini yang rela meninggalkan bangku kuliah untuk cuti sementara.

Absennya pesilat peraih emas pada PON 2008 di Kaltim, Tuty Tresnayanti, jelas mempengaruhi peta kekuatan Bali. Penggantinya Ni Putu Risstya (B) bersama Ni Kadek Sutiani (A), dan Ni Nyoman Suparniti (D), yang digadang-gadang bakal tampil di Riau, ternyata gagal. ”Tangan dan kaki saya gatal, ingin turun ke gelanggang bertarung meladeni lawan,” ucap Tuty. Ia yang baru menikah dan dilarang tampil oleh sang suami di ajang Pra-PON, hanya menjadi penonton di tribun.

Tidak lolosnya Suparniti menjadi PR tersendiri bagi IPSI Bali. Regenerasi atlet pelapis ke depan sangat diperlukan. ”Sebenarnya, pesilat yang lolos PON juga terdapat wajah baru, misalnya Komang Putra Sanjaya (B),” jelas Ketua Harian Pengprov IPSI Bali Bagus Nyoman Wiranata.

Sekum IPSI Bali Nyoman Yamadhiputra menyatakan, regenerasi memang perlu dilakukan. Caranya, Bali harus rajin mengirimkan pesilat ke berbagai kejurnas atau event nasional termasuk pada PON Remaja 2013 di Surabaya.

Pada PON XVII/2008 di Kaltim, Bali meloloskan 20 nomor dengan hasil mendulang 3 keping emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Pada PON 2012, dua kelas laga dihapus (satu putra dan satu putri). Praktis nomor Bali yang lolos PON menyusut tujuh kelas, dari 20 menjadi 11. (nel)

Sumber: balipost.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: