Persinas ASAD

Persinas Asad (Ampuh Sehat Aman Damai)

Menang dan Kalah

Posted by persinas pada November 15, 2011


Gambar Ilustrasi : Pencak silat

Di setiap kompetisi atau pertandingan pasti ada yang menang, ada pula yang kalah. Sebagaimana dialami saudara Eka Yulianto dari Persinas ASAD yang ikut mewakili Timnas Pencak Silat Indonesia di ajang SEA GAMES XXVI, menderita kekalahan di laga perbananya melawan pesilat asal Vietnam. Komentar dari beberapa orang yang ikut menyaksikan laga di venue Padepokan Pencak Silat menilai bahwa saudara Eko Yulianto sedikit mengalami demam panggung. Apalagi yang kebetulan menjadi lawan adalah atlet silat dari Vietnam, yang dikenal sangat tangguh dan merupakan “musuh baru” pesilat-pesilat Indonesia. Hasilnya, Eka Yulianto kalah dengan total skor 12-17, 19-19, 14-26, 12-20, 24-25, atau kalah 0-3 dari pesilat Vietnam, Pham Van Ty.

“Sejak hari pertama Eka memang terlihat tegang”, jelas Agung Sujatmiko, salah satu anggota Dewan Pelatih Pusat Persinas ASAD yang sering disapa Kiko, menanggapi faktor eksternal kekalahan Eka Yulianto atas Pham Van Ty, atlet silat asal Vietnam. “Dengan tingkat ketegangan seperti itu secara psikologi, teknik sehebat apapun yang dilatih menjadi percuma. Tidak mampu bermain lepas“, tambahnya.

Mengenai teknik bertanding, pandangan berbeda dilontarkan oleh beberapa pengurus PB Persinas ASAD semisal Sani Agung Widodo dan Janu Permana, menilai bahwa seharusnya Eka Yulianto mengadopsi teknik Maenpo Cikaret yang konon sudah lama diadopsi oleh para pesilat Vietnam. Hal ini dianggap demikian karena mereka (Vietnam) sudah lama menggunakan jasa pelatih silat terkenal asal Indonesia, Oong Maryono, yang secara diam-diam sudah lama menguasai beberapa teknik serang Maenpo Cikaret. “Selain teknik seharusnya IPSI juga mulai mempergunakan cara Vietnam dalam memperlakukan para atletnya. Mereka (Vietnam) sangat fokus, atlet yang diturunkan untuk ajang SEA GAMES, ya memang khusus hanya untuk SEA GAMES saja. Untuk ajang lain, mereka menurunkan pesilat yang berbeda”, tegas Janu Permana, salah satu praktisi pencak silat asal Jakarta Selatan.

Apapun hasilnya, Persinas ASAD tetap merasa bangga bahwa beberapa atletnya mempunyai andil nyata dalam mengharumkan bangsa dan negara lewat ajang 2 tahunan ini. Semoga saja kekalahan ini menjadi pelecut bagi saudara kita Eka Yulianto untuk menjadi semakin baik di masa mendatang. Toh kalah atau menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Lagian ini bukan kiamat, kan?.

Iklan

Satu Tanggapan to “Menang dan Kalah”

  1. agung setiawan said

    Iya Mas Eka, tantangan di depan kita jauh lebih besar, memang berat melupakan kejadian kemarin,sayapun demikian tapi apa boleh buat jalan kita masih jauh mari kita melangkah kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: